Translate

Rinme : Kenapa blogging?


Aku sendiri, pernah punya blog kelas 7 dan aku nggak tau, pada akhirnya, aku menyerah. Lalu, setahun setelahnya, ada platform yang bernama wattpad. Nah, saat itu aku buat buku pertama yang selesai dengan riset apa adanya, andalkan warnet, duh. Selama kurang lebih dua setengah tahun, aku sendiri di wattpad, biasa dihujat, bahkan sama temen sendiri. Karena Rin termasuk anak yang optimis dan fokus pada apa yang sedang Rin kerjakan, jadi dalam waktu 2.5 tahun berhasil untuk membuat 11 buku. Meskipun gue emang sering dihujat, dan kalian tau, nggak semua orang baik dan nggak semua orang jahat. Kalian tau hujatan paling parah? Sebenarnya, ada dari salah satu square.

“11 buku? Banyak, udah terbit semua?”

“Belum, baru masuk redaksi.”

“Nggak usah bilang 11 buku, kalo tembus redaksi juga belum,” masuk, redaksi My Reichan.

Please, gue tipe orang yang ambis, gue juga orang yang nggak suka nunggu. So, gue nggak mau banyak orang kecewa. Gue emang anak ekonomi garis keras sih. Sekarang gue kalo apa-apa harus ada duitnya. Gue nggak mau ngatain orang yang punya naskah tapi dibilang murah. Please wise, gue bukan tipikal orang yang suka make others low and you get high. Gue suka menyetarakan. Itu juga alasan gue yang bilang ke alumni olimpiade ips 2016 yang runner-up – runner-up selamat. Semenjak itu gue terus lanjutin sampai detik ini. waktu itu jangankan runner-up yang maju tahap 3 semua gua ucapin selamat. Gue sakit hati di wattpad, gue ngerti kalo emang naskah gue yang gue buat buku itu sampah dan gue percaya kata-kata Ernest Hemmingway, kurang lebih gini :

The first draft is anything shit.
 
Gue dulu ada di square yang sama, tapi orangnya beda. Suer, bedanya tuh dulu gue klop banget sama yang di square itu, semenjak gue ganti line, semua sirna. Gue mau bandingin sebuah square dulu dan sekarang. Dulu mereka itu bukan orang-orang yang terkesan menggurui, dalam artian kita semua sama. Nggak ada yang namanya senior. Tapi sekarang, teman-teman gue yang dulu, semua hilang. Orang yang beda gantiin mereka semua yang suka gua ajak main werewolf, gue kangen mereka. Sekarang diisi dengan orang sombong, sok senior dan lainnya. Terus sekarang bukan kelompok lagi, egoistis. Dari situ gue membenci platform itu. Tapi, gua buat blog sekitar weather series, dan gue pergunakan untuk promo. Sekitar Januari gue konsisten dengan blog itu. Akhirnya, gue bergabung di sebuah komunitas. Komunitas yang memang menemukan gue pada diri gue dan mereka asik, meski gue akuin, gue termuda. Gue bergabung sama blogger jakarta dan kalian harus tau, banyak ilmu, dan teman-teman yang seru.


Berbeda dengan yang lain, blogjak ini seru, apalagi pas ada event. Aku paling suka pas aku kehujanan, dan pertama kalinya aku meet up komunitas, seru, bahkan aku dikira adiknya salah satu member blogjak, saking kecilnya haha. Di event alfatrex kemaren gue juga nemu ka Geraldi yang tau status sekolah gue sebagai jawsel, tapi gue nggak bangga dengan predikat jawsel itu. Dari komunitas ini, gue bangkit lagi. Gue nggak tau bakal balik atau nggak ke wattpad. Nggak tau gue bakal nulis buku lagi atau nggak. Tapi gue akan produktif ngeblog. Gue tau diri sih ya, gue mengusahakan uang jajan dari kantong sendiri, gue dari kecil nggak diajarkan untuk meminta. Gue tipe yang apa adanya. Dikasih seribu kelas 6, gue terima, padahal uang jajan gue kelas 6 cuma Rp.2000 nggak percaya tanya ortu. SMP gue, dikasih 5000, tapi gue bodo amat, emang adanya segitu yakan. Di sma ini, gue dikasih uang jajan 20000 saat anak-anak lain bilang 30k kecil, nggak bisa menuhin kebutuhan mereka, aku cukup sehari 20k dengan nggak usah gaya. Buat kuliah aja. gue dikasih 25k aja gue udah seneng banget. Maka dari itu gue mau bikin rekening sendiri, buat gaji gue sebagai guru les, fee dari blog, dan keperluan belanja buku. Bangga dong menghasilkan uang sendiri daripada nadah? Karena itu, aku milih untuk ke blog.

Sekian,

Rinne.

Langganan yuk Netizens!:

0 Response to "Rinme : Kenapa blogging?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel