Translate

Jatuh Cinta 1 : Kabar Dari 2016

Hari ini, aku masih terduduk di depan pintu, di Kantor. Membayangkan peristiwa itu. Semua terjadi secara alamiah, bahkan sering kali, aku tersenyum bahagia saat mengingat jika hari itu terjadi.


Dua tahun lalu, saat aku ada di masa pertengahan putih biru, aku punya cerita. Mungkin, bisa diceritakan pada anakku nanti. Berhubung, sekarang aku ada di masa pertengahan putih abu, bagian awal. Kelas 8 akhir, momen dimana aku ingin berpisah dengan teman-temanku. Kala itu, setelah dipastikan dua orang mundur, aku maju. Berbuah manis, membawa prestasi tingkat nasional.

Selain itu, aku mau cerita, tentang jatuh cinta yang pertama. Lebih baik ku pindah, pikiranku akan lebih tenang, jika ada es kopi yang menemaniku menulis.

Sudah cukup, aku menuju kawasan Bintaro. Aku duduk di sebuah kafe, yang menyajikan kopi dingin. Kondisiku ada disini. Baik-baik saja, dan masih menulis Threads.



Sungguh, saat di tingkat tertinggi, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, aku menemukannya.

Dia cinta pertamaku.

Jujur saja, saat teman-temanku sudah berpacaran, aku sendiri sibuk dengan duniaku. Akademik, Pencak Silat, dan tentunya, menulis. Pada akhir kelas 8 itu, aku menemukan seseorang. Tentu, pada saat tingkat tertinggi itu. Bukan OSN, Olimpiade IPS itu dari salah satu Universitas di Jakarta.

Saat itu sudah menjelang maghrib. Dia sudah mendekati Tuhanku, namun aku? Tidak bisa, terhalang sebuah noda. Saat itu, aku berharap, dirinya mengatakan padaku, seperti :

"Hai Rin, Ayo dekati Tuhan, aku yang pimpin."

Seandainya aku bisa, mungkin aku akan mengekor di belakangnya. Atau jika tidak, aku mungkin saat itu akan menepuk bahunya untuk memintanya berada di depanku. Seperti :

"Halo, Aku Rin, bisa kau pimpin aku shalat? Aku ingin kita mendapatkan pahala yang besar, apa kau mau?"

Laki-laki yang mengenakan rompi coklat kotak-kotak itu, membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya ku pikir, jatuh cinta pada pandangan pertama itu hanya sebuah bullshit. Ternyata, ini terjadi pada diriku sendiri. Memang, karma itu berlaku. Pada hari itu, aku menemukan dirinya --seperti tipe yang aku idamkan-- membuat aku yang sedang berusaha memahami materi IPS, beranjak sedikit melihatnya. Memang aku yang juara pertama, dan ia harus mengalah. Saat aku mengalahkannya, justru aku yang menyesal.

Jadi biar ku cerita tentang laki-laki itu. Aku berharap, kalian tidak memberitahu manusia yang bersangkutan. Dia ini salah satu spesies  yang bisa ku bilang langka di angkatanku. Laki-laki yang memiliki wajah tegas, dan cerdas, selain itu dia tinggi, yang paling penting, dia seiman. Dapat dibuktikan dengan sekolahnya, sekolah swasta elit dan bernafaskan agama. Sungguh, hari itu tak akan terlupakan.

Kalau Tuhan ingin mempertemukan kami kembali, aku sangat ingin. Aku juga ingin kembali pada hari itu. Hari dimana aku jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Pada esok harinya, aku libur. Sekolah sedang ada acara ujian untuk kakak kelasku. Aku membuka kembali daftar nama.

Lalu ku temukan namanya. Ada tiga kata, dua puluh satu huruf. Jika kau ada disana, kau tahu siapa dia yang aku maksud. Jika kau sudah ku ceritakan, kau tahu siapa dan bentuknya seperti apa. Aku pernah bercerita tentangnya pada Mamaku.

"Mah, kalo Rin suka sama cowok, boleh nggak?" hari itu memang aku benar-benar bingung.

"Nggak apa-apa Rin, emang lagi masanya, Mama juga dulu seusiamu juga ngalamin itu."
Mengingat wajah, nama dan asal sekolahnya... Aku bisa tersenyum manis. Memang benar kata orang dulu,

Jatuh cinta, berjuta rasanya, menangis, tertawa, terbayang wajahnya.

Sungguh, hari itu aku mulai penasaran, namun aku terlalu takut. Bayangkan saja, kau hanya bertemu sehari, dan kau ingin menyapanya? Aku rasa... Ini yang baru ku alami ketika cinta anak remaja sudah dimulai kelas 5, aku baru mengalaminya sesaat setelah olimpiade.

Mungkin tidak terlambat aku bertemu dengannya. Jika kau bertanya, kapan rasa ini mulai tumbuh, aku tidak tahu pasti. Yang jelas, aku merasakan sejak tanggal 2 Mei 2016. Kalau kalian tidak percaya, hari itu merupakan final Olimpiade IPS tingkat SMP/MTs.



Aku selalu jatuh cinta padanya. Dia membuat perasaanku berbunga sejak saat itu. Hanya modal mengingat nama dan wajahnya, aku jadi lebih semangat. Entah mengapa, mengingat orang yang kita sayang membuat kita termotivasi. Terutama dalam hal belajar di SMP.

Rasa sesal memang ada di dasar hati. Dia nggak ada di tiga besar, ada di lima besar. Aku sedikit menyesal, dan sesak ketika mengingatnya. Seandainya aku bisa mengalah, dan saat itu, aku sedang tidak bernoda, mungkin aku bisa dengan percaya diri mengajaknya ibadah, atau berbincang. Aku hanya bisa melihatnya dibalik Fikri. Dengan tas berwarna abu, dan terus fokus membaca. Aku masih melihatmu, walau semu, dan membuatku hilang fokus setengah babak melawannya, aku masih merasakan semua hal itu.

Tapi aku bersyukur dapat bertemu dengannya.

Dia cinta pertamaku, dan semoga dia bukan yang terakhir.

Memang benar apa kata orang, cinta pertama tak akan berhasil, kisah selanjutnya dapat kau nantikan minggu depan. Sebenarnya, aku tidak ingin jatuh cinta sedini itu. Apa daya?

Hati tak bisa berbohong, meski mulut bisa membantah.

Aku Rinnesia Threads, ini Proyek Jatuh Cinta.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

9 Responses to "Jatuh Cinta 1 : Kabar Dari 2016"

  1. Rin, nggak tau kenapa kamu masuk wanita kelas berat, jatuh cinta pandangan pertama, dan cinta pertama, sedangkan itu ketemu Cinta Pertama saat Olimpiade, damn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak tau kenapa, aku lebih menghargai kecerdasan orang berpikir dibanding sama berapa uang yang dia punya

      Hapus
  2. Hwa... Mau cepet nyuruh kamu ke Belanda terus aku ke Jerman. Pengen tau naskaha lengkapnya. Emang malming Jomblo gabut gini banget. Jadi kangen adek Rinne yang sekarang kalo pergi nggak kaya anak kecil, tapi kaya bos eksekutif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yahh, doain aja biar sampe ke Amsterdam ya bang, biar kaga nyasar

      Hapus
  3. Rin, dua tahun gua OSK kaga dapet gebetan, sumpah. Bener sih yang namanya mulut bisa boong,tapi kalo hati, susah euy. Sakit juga kalo cinta pertama kaya gitu, gua yang ngedenger aja keknya ngilu gitu

    BalasHapus
  4. Ceritanya seru.. Jadi penasaran cerita selanjutnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah ada kak episode 2-nya, bisa di klik di tagar Serial Jatuh Cinta

      Hapus
  5. Very interesting,good job and thanks for sharing such a good blog.your article is so convincing that I never stop myself to say something about it.
    You’re doing a great job.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel