Translate

Jatuh Cinta 2 ; Chat Sampah Saja Sampai Istikharah

2016, Juli

Biar ku lanjutkan semua ini, dan rasa ini yang terus berlanjut.

Aku ingat, ketika aku sedang suka dengan lagu Thrilla in Manila Greyson Chance. Ayah ku sering mengatakan jika bahasa Inggris wajib kita mengerti. Tapi nyatanya...

Serial Jatuh Cinta

Hatiku yang harus aku mengerti.

Aku masih merasakan getaran yang saat itu terjadi, sedangkan sudah berlalu sekitar empat bulan. Mei, Juni, Juli. Ralat, tiga bulan sudah. Jika kau bilang aku gila, silahkan!

Sudah lama aku menemukan akun laki-laki itu. Namun aku tak kunjung berani menyampaikan rasaku. Hanya sebuah tulisan yang tersirat bahwa itu ditujukan padanya. Berulang kali, ku tulis karya yang menyiratkan semua kode pada dirinya. Namun aku tak pernah berani untuk berbicara padanya. Yah, dari pesan langsung di Instagram yang kini selalu aku aktifkan.


Mengingat semua ini aku menangis. Masa PDKT yang indah.

Aku bukan tipe anak yang bicara kepada orang yang bersangkutan saat aku menyukai sesuatu. Aku lebih suka berpikir, karena aku punya pikiran.

Aku mulai bimbang, mulai percakapan, atau tidak.

Akhirnya, bulan Juli 2016, aku shalat Istikharah karena semua kebimbangan. Kebimbangan yang terus menyelimuti hati. Semua terjadi begitu intens. Apa yang terjadi?

Ketika aku menonton sinema dengan Mama, karena Mama yang memegang kuasa atas remot, aku terpikir ketika sang tokoh dengan apiknya berakting shalat istikharah.

Dari situlah, akhirnya, aku melakukan seperti yang tokoh itu lakukan. Lalu aku mulai berpikir, dan bicara,

"Aku kalo dipikir, sudah mengaji sejak usia 2.5 tahun, bisa-bisanya lupa dengan adanya shalat istikharah, padahal Dhuha dan Tahajud ingat."

Akhirnya, aku melakukan istikharah yang pertama. Jika dipikir, kelas 9 adalah terlambat untuk bangun di malam hari, waktu itu tepatnya 2:43 pagi Waktu Indonesia Bagian Barat. Disaat semua orang masih terlelap, aku mencoba istikharah yang disunnahkan Rasulullah. Tak banyak, hanya dua rakaat. Aku lebih memilih untuk merebus mie instan setelah shalat. Aku berniat puasa.

Saat kembali ke pulau kapuk, aku justru menemukan sesuatu dari mimpi. Biar aku beritahu bagaimana mimpiku saat itu. Kata orang, mimpi merupakan bunga tidur. Kau tau apa yang ada di dalam mimpiku? Aku yang sedang memegang ponsel, bertuliskan namanya, dan terlihat semua raut wajahnya. Dia ada di depanku, tersenyum, dan berlari.

Intuisiku berkata, ia harus ku perjuangkan, jadi aku mulai percakapan pada hari itu.
Ku mulai dengan sebuah chat sampah. Memang sampah! Bahkan kecoak pun tak sudi membacanya.

Di bawah ini.


Mungkin pada hari itu aku membayangkan jika ia akan mengingat aku, walau hanya sedikit. Tetapi harapanku yang itu sudah sirna. Dia belum membaca, maupun membalas. Aku hanya bisa pasrah. Mungkin juga karena ini sudah terlalu terlambat untuk mengenal laki-laki itu.

Kemudian, aku tertidur, seraya membayangkan sesuatu. Sungguh, aku bermimpi lagi. Kali ini, aku bermimpi jika aku terpaksa harus meninggalkannya menuju negeri Tulip, Belanda. Aku berpikir jika logikaku belum jalan setelah bertemu dengan dirinya beberapa waktu lalu. Andaikan semua terjadi seperti yang aku idamkan.

Catatan Penulis :

Mimpiku menjadi nyata, apabila aku lulus tes beasiswa. Aku berharap jika aku lolos, aku ingin menenangkan hati, pikiran, dan fisik di kota Amsterdam. Mungkin? Doakan saja yang terbaik.

Aku, Rinnesia Threads, bagian dari Proyek Jatuh Cinta.

Langganan yuk Netizens!:

5 Responses to "Jatuh Cinta 2 ; Chat Sampah Saja Sampai Istikharah"

  1. Hmm... Ternyata segitu parahnya anak SMP bimbang, sampe istikharah udah kaya ada hajat apaan

    BalasHapus
  2. Lu ngaji dari 2.5 tahun? Kok sampe sekarang kaga alim-alim? Eh bercanda, masuuk Mba Rinne, orangnya inget abis kau

    BalasHapus
  3. Alis on point banget,aku geregetan kalo kamu pake foundation, bisa aku cukur nggak itu alis?

    BalasHapus
  4. Abangmu kacamatanya miring, mau benerin tapi takut membatu, gimana dong?

    BalasHapus
  5. Kadang impian itu jadi nyata saat dituliskan dlm bentuk apa pun lho

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel