Translate

Jatuh Cinta 3 : Dia Akhirnya Membalas Chat ku!

Beberapa bulan setelah Juli, tepatnya November, dia benar-benar membalas pesanku. Serius, apa yang aku gunakan salah. Seharusnya sejak awal aku gunakan kata "lu" bukan "aku" tetapi ya namanya aku ingin mengenalnya lebih jauh. Setelah tiga bulan aku tidak mendapat notifikasi darinya, akhirnya hari ini ku dapatkan.


Senang? Tentu!

Bagaimana tidak? Orang yang kau harapkan sejak 7 bulan kau temui, akhirnya membalas pesanmu. Melihatnya aku salah tingkah. Kau tahu? Saat itu, rasanya seperti Greyson Chance menghampiri ku dan memelukku seperti kekasihnya, di tengah ribuan fans! Padahal hanya percakapan tidak langsung, dan biasa saja.

Dari situlah, semua drama dimulai. Hei, biar ku ingatkan kau, jika dunia ini adalah panggung sandiwara.


Aku pikir, dari hari itu, aku mulai mendekati makhluk ciptaan Tuhan dan berharap dia jodohku.

Pernah dengar lagu Anang Hermansyah dan Ashanti yang judulnya Jodohku?

Jodohku... Maunya ku, dirimu, satu cinta, hingga ajal memisah...

Sejak hari itu, aku  berharap. Aku menceritakan perasaanku pada teman ku, ketika dia melihat aku, dan fotonya, dia mengingat seseorang. Dia pikir, aku adalah reinkarnasi seseorang setelah menunjukkan foto laki-laki itu.

"Demi Dewa Rin! Kamu itu Reinkarnasi dari orang yang diceritakan Bunda! Bundaku simpan fotonya, dia teman SMP Pamanku! Dia meninggal kecelakaan, di Amerika, karena menyelamatkan kekasihnya, dan kekasihnya sangat mirip dia!"

Aku yang tak percaya dengan 4 konsep reinkarnasi, diam. Katanya, reinkarnasi itu kembalinya manusia, dari kematian, melalui kelahiran.

Entah ada dalam konsep mana aku. Tetapi aku percaya pada yang punya hidup.

"Aku nggak percaya adanya Reinkarnasi yu, yang aku tahu, adanya kebangkitan manusia setelah dunia berakhir, dan semua bukan reinkarnasi, kebetulan."

dia membalas pesanku, Reinkarnasi
Renaissance Era

"Rin, serius! Yang ku ingat, kata Bunda, dia punya luka tegas, bolong di telapak kaki, aku juga bingung, saat menyelamatkan kekasihnya, ia tertusuk paku, sampai robek, dan kau ada tanda lahir merah kan di kaki? Kalau hitam tanda lahirnya, tandanya, kau ditandai dengan arang, jika berwarna merah, itu bekas kecelakaan."

Mendengarnya, aku hanya bisa iya-iya saja. Karena mau diapakan lagi? Di sisi lain, aku terus mencoba mendekatinya. Sungguh, sejak hari itu balasannya selalu ku tunggu.

Meski balasannya dingin, aku tak peduli, yang penting dia membalas.

Hari itu aku hanya memikirkan, ke depannya dengan dia. Tetapi pikiran ku terlalu pendek.

Aku hanya memikirkan jika dia belum pernah jatuh cinta. Sama seperti aku waktu itu.

Aku benar-benar menantinya seperti manusia yang lupa akan waktu. Selalu begitu, tidak pas waktunya. Pada saat itu, aku selalu berharap. Kata aku, dan dia akan menjadi kami.

Serius, pada waktu seharusnya aku belajar, aku menunggunya. Sampai saat itu, Ayahku kesal. Beliau sampai melempar ponsel ku. Sampai level, uang jajanku yang sehari 5000 rupiah, dipangkas, menjadi dua ribu. Saat itu juga, Mamaku disuruh untuk tidak membuat bekal untukku. Aku ingin menangis sejadi-jadinya saat aku sudah mati gaya. Meskipun sekolahku hanya sampai jam 2 siang dan tergelincir saja sampai, aku merasa semua itu berat. Memang jatuh cinta butuh pengorbanan. 

Namun setelah lama, aku terbiasa menabung untuk beli pulsa. Itu semua akibat, dari yang aku lakukan sendiri. Tuhan pernah menyuruhku? Tidak! Ini hanya bentuk ikhtiar mendekatinya.

Aku masih percaya : Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya.
Maka aku akan terus berikhtiar sampai Tuhan memberikan jawaban, atas semua perasaanku, padanya. 

Aku, Rinnesia Threads, dari Proyek Jatuh Cinta.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Responses to "Jatuh Cinta 3 : Dia Akhirnya Membalas Chat ku!"

  1. Reinkarnasih? Seperti di film Jaga Pocong itu rin?

    BTW, seru baca ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduuuh serem banget, bukan kayanya, Reinkarnasi itu kaya terlahir kembali gitu loh kak

      Hapus
  2. I’m really happy to say it was an interesting post to read.
    I learned new information from your article, you are doing a great job. Continue

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel