Translate

Jatuh Cinta 5 : Ujian Romeo dan Juliet

Aku menyesal dengan ini. Seminggu sebelum Ujian Nasional tingkat SMP, aku masih main ponsel. Aku percaya diri dengan sertifikat juara 1 itu. Sungguh, jika kau tau rasanya jadi aku, ku pikir, pendaftaran jalur prestasiku diterima.

Pada kenyataannya, sertifikat ku ditolak Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sakit? Jelas! Aku sudah mati-matian sampai aku harus pulang pukul sebelas malam, dicekoki peta buta satu bulan, materi studi kasus yang memeras otak, belum lagi 100 pilihan ganda sekelas universitas di awal, pemerasan otak lagi di tahap memperebutkannya, dan berhasil mencapainya.

Sedangkan dia? Tak sampai di 3 besar diterima. Ku ulangi sekali lagi, DITERIMA!
Kalau kau tak percaya, kau bisa liat di bawah ini.

Sudah cukup lelah aku mengusahakannya. Bahkan Jalur itu sempat dibuka dua kali karena minimnya pendaftar. Aku? Cukup sekali.

Lalu, akhirnya Hari sebelum UN pun tiba. Akhirnya, Juliet dan Romeo membuat kesepakatan, karena Juliet di Sesi pertama, selama 4 hari Ujian Nasional, aku membahas soal yang sudah keluar di Ujian Nasional bersama Romeo.

Hari pertama, mata ujian Bahasa Indonesia, aku di sesi pertama, dia di sesi ketiga. Sungguh, saat aku mengerjakan soal ujian Bahasa Indonesia, aku merasakan banyak kemudahan.

Namun, ada satu hal yang terus mengganjal. Biar ku beritahu, sebelah ku saat itu mencontek. Sudah ku kode pengawasnya dengan mengetuk pensil, menjatuhkan pensil, namun beliau tidak juga peka, seperti Romeo. Pada akhirnya, aku menggunakan cara mutakhir dalam ujian.

Mungkin bisa kalian terapkan caraku ini. Jadi, aku membuat jawaban sesalah mungkin, serius! Semuanya hampir salah jawaban. Karena aku masih punya hati nurani, beberapa soal ku benarkan.

Saat kurang lima menit waktu ujian, ku benarkan jawabanku. Itu salah satu trik kotor di Ujian Nasional. Karena sejak kelas 8, jiwa ekonomi ku sudah muncul, Tak mau rugi!

(Kalian harus tau, nilai tertinggi di ujian ku mata pelajaran ini.)

Saat pulang pun, aku membahas soal dengan Romeo. Kurang baik apa aku ini? Aku tau, aku kurang pintar. Aku kurang pintar karena Jatuh cinta. Sesungguhnya aku tak ingin.

Tapi PDKT akan membuat kita mengatakan, "Kenapa gua sesaat bisa bego gitu ya?" Di masa setelah PDKT selesai.

Aku bicara begitu, saat aku sadar jika Romeo, Tri---t!

Kalimat tadi dipotong lembaga sensor Rinnesia Threads karena akan menyebabkan spoiler yang berlebihan. Semalaman, bahkan aku sampai tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 4 pagi hanya untuk belajar matematika. Aku bukan lemah di matematika, namun di beberapa materi matematika kelas 8, aku agak hancur. Jika aljabar masih bisa ku akali, namun ini masalahnya grafik. Bahkan pukul 6 pagi aku masih bertanya pada Romeo.

Aku serius, aku bertanya soal grafik, karena jujur saja, aku lelah menghadapi grafik ini.

Bukan masalah Absis dan Ordinat, namun persamaan garis membuatku lelah.
Mungkin karena kami anak SMP jadi kami mengerti bahasa kami. Maksudku, bahasa kami sama. Ujiannya seperti kemarin, namun aku sial karena lupa membawa pulpen, lebih tepatnya pulpen ku hilang.

Aku benar-benar panik. Itu saja yang menjadi pembeda. Semuanya sama saja. Selesai ini, aku menceritakan seberapa sulit soalnya. Namun ia menjawab ku dengan soal. Soal deret aritmatika. Jelas, aku yang baru bangun tidur pukul 5 langsung menghakiminya. Karena dia bilang kemarin, ia sesi 3, lalu dia bertanya pada ku jam 2 siang.

Apa tidak membuat orang curiga?
Ia pun akhirnya mengklarifikasi jika ia sesi 2. Kecurigaan pun pudar. Tetap saja malamnya membahas soal. Karena esoknya kita sama-sama sesi pertama. Tak ada celah untuk pintu pemberitahuan. Bahasa Inggris dijalani dengan sangat biasa, namun aku yang kesulitan.

Soalnya membuatku harus menguras otak, sekali lagi. Padahal sudah ku jatahkan untuk Bahasa Inggris tak perlu menguras otak, cukup mata pelajaran penghitungan. Namun yang lebih membuatku lebih panik adalah, trafo yang menjadi server kami meledak. Sedangkan aku belum selesai, sumpah! Itu lima menit sebelum benar-benar selesai!
Akhirnya, pelajaran yang membuat ku kesal setengah mati tiba. Saatnya mengakhiri masa yang sudah ku mulai, SMP.

Pada pagi hari, lagi-lagi aku berkonsultasi pada anak sangat suka IPA. Meski sebelumnya aku sudah bimbingan pada guru yang mengajariku IPA kelas 8.
(Bagusnya dari aku belajar dengan guru kelas 8 ku ini adalah, nilaiku diatas ekspetasiku! 97.5 di USBN! Tapi aku masih heran dengan Ujian Nasionalku yang terpuruk)

Karena kabar soal UN kami bocor, akhirnya IPA digunakan soal cadangan yang bobotnya lebih berat. Benar saja ketika aku duduk di depan laptop, dan ingin menghajar soal ini, aku mengelus dada. Fisika Kimia lebih sedikit dari Biologi. Aku jujur saja, tidak suka biologi, jadi begitulah aku mengerjakan. Agak pasrah, dan hukum mendel pun hanya dua yang keluar.
Rasanya aku ingin mati di tempat.

Aku pasrah dengan apa yang terjadi, meski aku sampai melupakan untuk mencatat.

Bodohnya, aku yang minta maaf. Juliet yang pasrah.

Aku Rinnesia Threads, Bagian dari Proyek Jatuh Cinta.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

5 Responses to "Jatuh Cinta 5 : Ujian Romeo dan Juliet"

  1. Katanya-katanya enak dibaca kak. Harus dibaca dengan hati biar paham pesannya disini :')

    BalasHapus
  2. Daebakk. Suka kak. Hanya saja saran saya perhatikan penulisan yang tepat yah kak biar lebih mantap😉😉

    BalasHapus
  3. Mantap ini. Ceritanya sederhana sih, tapi related sama kehidupan kitaaa.

    BalasHapus
  4. Ujian SMP sesulit itu kah?
    Wow...
    Tapi dari pengalaman saya sekolah, membahas soal pada orang yang belum mengerjakan soalnya itu sama dengan memberi contekan looo.
    Ya, semoga kedepan Juliet lebih hati-hati.

    .phy.

    BalasHapus
  5. Ternyata ini cerita bersambung yah, sepertinya saya harus membaca semuanya, overall bagus kak :)

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel