Translate

Jatuh Cinta 6 : Negara Fiktif, dan Tukang Sayur di Dalamnya

Lagi-lagi, laki-laki yang merupakan idaman emak-emak menurutku, tidak menghubungiku duluan. Ini ku tulis di dalam perjalanan menuju ke venue Asian Para Games, dari sekolah. Seandainya dari Media, aku bisa ngeles ke kalian kalau aku tidak dapat update. Jujur saja, kalian akan tersedak jika membaca ini saat kalian makan.

Saat itu, aku sedang berpuasa. Orang tuaku justru meninggalkanku sekeluarga, tanpa memberi kartu busway. Sungguh, itu adalah puasa yang paling menyiksa sampai hari ini. Sudah begitu, aku benar-benar bingung. Mama ku meninggalkan ku dalam kondisi belum masak. Hanya ditinggalkan uang Rp.6000 dan itu membuatku bingung. Akhirnya aku iseng-iseng saja kontak Romeo via DM Instagram. Ternyata, dia langsung membalas.

Aku tahu kami jauh, tetapi, sebenarnya aku hanya basa-basi paling basi, dan sempat membahas LINE versi zaman Nabi Adam miliknya. Aku serius, dia itu punya ponsel dengan LINE zaman Nabi Adam.

Dia pun mengakui jika itu adalah negara fiktifnya. LINE dia adalah teritorinya, dan addersnya adalah negara lain yang mengakui kedaulatannya.

Ketika ku tanya, "bolehkah aku jadi Ibu negaranya?"

Saat itu juga dia menjawab, "nggak bisa, lu kan negara lain yang mengakui kedaulatan negara fiktif ini."

Bahkan aku pun terpingkal-pingkal kala mengingat semua itu. Negara fiktif katanya, ada saja. Hal itulah yang membuatku lupa akan semua dahaga yang ku alami. Bahkan aku sempat bertanya tentang undang-undang di negara fiktifnya ini, turut pula kondisi ekonomi yang katanya memburuk akibat banyak yang harus ditelpon, sampai defisit anggaran.

Setelah itu, aku bertanya alasan Romeo tidak membalas pesanku, dia disuruh Ibunya beli sayur. Jika aku yang menjadi dia, mungkin aku sudah sembunyi di tempat teraman.

Ternyata, ia bukan aku, dia juga memberi tips untuk menawar barang, setengah dari harganya. Namun biasanya, ia hanya membayar belanja ibunya. Tentu, suasana ini yang ku harapkan. Suasana yang jauh dari kata kaku. Sampai-sampai aku harus menggigit ponsel ku, seperti orang kelaparan. Walau sebenarnya iya juga.

Setelah itu, ku tanyakan lagi tipsnya ini boleh ku bagikan tidak ke wattpad. Ia menyetujui untuk membagikan tips ke wattpad ku. Kembali, kita melanjutkan topik mengenai tawar-menawar.

Konsep ekonomi tersebut sudah ku pelajari, seharusnya aku tidak perlu lagi bertanya padanya. Namun, aku sengaja, agar Romeo terus kontak padaku.

Aku Rinnesia Threads, Bagian dari Serial Jatuh Cinta

Langganan yuk Netizens!:

2 Responses to "Jatuh Cinta 6 : Negara Fiktif, dan Tukang Sayur di Dalamnya"

  1. Ah Romeo, yang selalu menemanimu. Semoga tetap terus bareng-bareng, dan kek apa nih kelanjutannya kisahnya, eaaa

    BalasHapus
  2. Aku bacanya setengah ngakak, negara fiktif, ekonomi memburuk karena kebanyakan yang harus ditelepon. Huh romeomu kocak juga

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel